<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bintang Sariyatno &#187; Kalimantan Barat</title>
	<atom:link href="http://sariyatno.com/tag/kalimantan-barat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sariyatno.com</link>
	<description>ela sampai itah dia bingat narai je kuan tatu hiang huran</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jul 2009 12:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dayak?</title>
		<link>http://sariyatno.com/2009/03/06/dayak/</link>
		<comments>http://sariyatno.com/2009/03/06/dayak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 17:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bintang Sariyatno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[dayak]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[melayu]]></category>
		<category><![CDATA[orang gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sariyatno.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Jika mendengar sebutan kata Dayak pasti akan teringat akan nama sebuah suku yang hidup dan menetap di pulau Kalimantan. Suku Dayak adalah nama suku yang memiliki budaya yang bersifat daratan bukan budaya maritim. Budaya daratan yang dimaksud disini adalah sebuah budaya yang hampir di setiap segi kehidupan suku tersebut dilakukan di daratan bukan di daerah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Jika mendengar sebutan kata <em>Dayak</em> pasti akan teringat akan nama sebuah suku yang hidup dan menetap di pulau Kalimantan. Suku Dayak adalah nama suku yang memiliki budaya yang bersifat daratan bukan budaya maritim. Budaya daratan yang dimaksud disini adalah sebuah budaya yang hampir di setiap segi kehidupan suku tersebut dilakukan di daratan bukan di daerah pesisir apalagi di lautan seperti budaya maritim. Hal itu dapat dilihat dari kegiatan sehari &#8211; harinya suku Dayak, seperti berburu, bertani, dan berkebun.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-143" title="kuala-lumpur-national-museum-dayak-head-hunter-from-sarawak" src="http://sariyatno.com/wp-content/uploads/kuala-lumpur-national-museum-dayak-head-hunter-from-sarawak-215x300.jpg" alt="uluh-dayak" width="215" height="300" /></p>
<p align="justify">Kata <em>Dayak</em> menurut R. Sunardi dan O. K. Rahmat, keduanya menyatakan bahwa <em>Dayak</em> adalah sebuah kata untuk menyatakan suatu kelompok yang tidak menganut agama Islam dan hidup menetap di pedalaman Kalimantan. Istilah ini juga yang diberikan oleh bangsa Melayu yang hidup di daerah pesisir Kalimantan yang berarti gunung. Bangsa Melayu pada waktu itu adalah sekelompok masyarakat yang tidak lain dan tidak bukan adalah masyarakat yang berasal dari daerah Melayu dan berbahasa Melayu pula.Tetapi akan lain pengertiannya jika yang disebut orang Melayu adalah orang <em>Dayak</em> yang sudah memeluk agama Islam.</p>
<p><span id="more-141"></span></p>
<p align="justify">Jika dilihat dari pandangan orang Dayak sendiri, yang disebut sebagai orang Melayu adalah sekelompok orang yang berasal dari daerah Melayu dan para pendatang lain yang berdatangan ke Kalimantan, kecuali kelompok Tionghoa, yang mendiami Kalimantan. Orang &#8211; orang Melayu mengatakan bahwa <em>Dayak</em> itu berarti <em>orang gunung</em>. Tidak ada kamus atau para ahli yang menyatakan bahwa kata <em>Dayak</em> itu berarti <em>orang gunung</em>, hal itu disebabkan karena sebagian besar dari orang <em>Dayak</em> menetap di daerah hulu sungai dan topografi tanahnya bergunung &#8211; gunung tetapi tidak berarti orang <em>Dayak</em> adalah <em>orang gunung</em>.  Di samping nama <em>Dayak</em> ada juga istilah <em>Dyak</em> . Istilah <em>Dyak</em> ini diberikan oleh orang Inggris dulu kepada suku &#8211; suku Dayak di Kalimantan Utara (Malaysia).</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-158" title="acara balian" src="http://sariyatno.com/wp-content/uploads/balian-300x195.jpg" alt="acara balian" width="300" height="195" /></p>
<p align="justify">Suku Dayak yang Menetap di pulau Kalimantan itu tersebar di seluruh bagian Kalimantan dan hidup tersebar &#8211; sebar, di daerah hulu sungai, di daerah yang tofografinya gunung &#8211; gunung, lembah &#8211; lembah, dan di kaki bukit. Untuk menyebut jati diri mereka, orang Dayak biasanya memakai nama aliran sungai besar yang daerah pesisirnya mereka diami. Misalnya orang Dayak yang mendiami daerah pesisir sungai Kahayan, mereka menyebut jati diri mereka sebagai <em>uluh Kahayan</em> (orang Kahayan). Ada <em>uluh Katingan, uluh Barito, dan lain sebagainya</em>.</p>
<p align="justify">Di antara orang &#8211; orang Dayak itu sendiri , ada sekelompok orang yang berkeberatan memakai kata <em>Dayak</em> sehingga muncullah istilah yang lain, yairu <em>Daya</em>. Istilah <em>Daya</em> ini sangat populer di daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Kata <em>Dayak</em> dan <em>Daya</em> sebenarnya merujuk pada satu suku saja, yaitu suku Dayak. Dan dalam bahasa Dayak Ngaju kedua kata itu merupakan sebuah kata sifat yang menunjuk pada suatu kekuatan. Dalam bahasa Sangen kata <em>Dayak</em> dan <em>Daya</em> itu berarti bakena (gagah).</p>
<p>Di kutip dari <em>&#8220;Encyclopoedie Nederlandsch Indie Op Het Woord Dayak&#8221;</em></p>
<p>Gambar di ambil dari <a href="http://www.kualalumpurcentral.com">http://www.kualalumpurcentral.com</a></p>
<h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li>12 Februari 2009 -- <a href="http://sariyatno.com/2009/02/12/kalimantan-tengah-kita/" title="Kalimantan Tengah Kita">Kalimantan Tengah Kita</a> (3)</li><li>15 Maret 2009 -- <a href="http://sariyatno.com/2009/03/15/sumpit/" title="Sumpit!">Sumpit!</a> (36)</li><li>25 Februari 2009 -- <a href="http://sariyatno.com/2009/02/25/mandau/" title="Mandau!">Mandau!</a> (45)</li><li>9 April 2009 -- <a href="http://sariyatno.com/2009/04/09/betang/" title="BETANG">BETANG</a> (24)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sariyatno.com/2009/03/06/dayak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
