<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bintang Sariyatno &#187; Punan</title>
	<atom:link href="http://sariyatno.com/tag/punan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sariyatno.com</link>
	<description>ela sampai itah dia bingat narai je kuan tatu hiang huran</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jul 2009 12:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sumpit!</title>
		<link>http://sariyatno.com/2009/03/15/sumpit/</link>
		<comments>http://sariyatno.com/2009/03/15/sumpit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 13:53:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bintang Sariyatno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Apu Kayan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahau]]></category>
		<category><![CDATA[Dayak Pasir]]></category>
		<category><![CDATA[Ot Danum]]></category>
		<category><![CDATA[Punan]]></category>
		<category><![CDATA[Siang]]></category>
		<category><![CDATA[sipet]]></category>
		<category><![CDATA[sumpit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sariyatno.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Sumpit atau lebih dikenal di daerah Kalimantan Tengah dengan sebutan sipet adalah salah satu senjata yang sering digunakan oleh suku Dayak maupun oleh masyarakat Melayu. Dari segi penggunaannya sumpit atau sipet ini memiliki keunggulan tersendiri karena dapat digunakan sebagai senjata jarak jauh dan tidak merusak alam karena bahan pembuatannya yang alami. Dan salah satu kelebihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Sumpit atau lebih dikenal di daerah Kalimantan Tengah dengan sebutan <em>sipet</em> adalah salah satu senjata yang sering digunakan oleh suku Dayak maupun oleh masyarakat Melayu. Dari segi penggunaannya sumpit atau <em>sipet</em> ini memiliki keunggulan tersendiri karena dapat digunakan sebagai senjata jarak jauh dan tidak merusak alam karena bahan pembuatannya yang alami. Dan salah satu kelebihan dari sumpit atau <em>sipet</em> ini memiliki akurasi tembak yang dapat mencapai 218 yard atau sekitar 200 m.</p>
<p><img src="http://sariyatno.com/wp-content/uploads/carasumpit-300x206.jpg" alt="sumpit" title="sumpit" width="300" height="206" class="aligncenter size-medium wp-image-222" /></p>
<p align="justify">Dilihat dari bentuknya sumpit, sumpit memiliki bentuk yang bulat dan memiliki panjang antara 1,5 &#8211; 2 meter, berdiameter sekitar 2 &#8211; 3 sentimeter. Pada ujung sumpit ini diolah sasaran bidik seperti batok kecil seperti wajik yang berukuran 3 &#8211; 5 sentimeter. Pada bagian tengah dari sumpit dilubangi sebagai tempat masuknya <em>damek</em> (anak sumpit). Pada bagian bagian atas sumpit lebih tepatnya pada bagian depan sasaran bidik dipasang sebuah tombak atau <em>sangkoh</em> (bahasa Dayak). <em>Sangkoh</em> terbuat dari batu gunung yang lalu diikat dengan anyaman <em>uei</em> (rotan).</p>
<p align="justify">Jenis kayu yang biasanya digunakan untuk membuat sumpit pada umumnya adalah kayu tampang, kayu ulin/ <em>tabalien</em>, kayu plepek, dan kayu resak. Tak ketinggalan juga <em>tamiang</em> atau <em>lamiang</em>, yaitu sejenis bambu yang berukuran kecil, beruas panjang, keras, dan mengandung racun. Tidak semua orang memiliki keahlian dalam membuat sumpit atau <em>sipet</em>. Di Pulau Kalimantan saja hanya ada bebarapa suku saja yang memiliki keahlian dalam pembuatan sumpit, yaitu suku Dayak Ot Danum, Punan, Apu Kayan, Bahau, Siang, dan suku Dayak Pasir.</p>
<p><span id="more-168"></span></p>
<p align="justify">Dalam proses pembuatan sumpit atau <em>sipet</em> dilakukan dengan 2 cara, yaitu pertama ketrampilan tangan dari sang pembuat. Cara kedua, yaitu dengan menggunakan tenaga dari alam dengan memanfaatkan kekuatan arus air riam yang dibuat menjadi semacam kincir penumbuk padi. Harga jual sumpit atau <em>sipet</em> telah ditentukan oleh hukum adat, yaitu sebesar <em>jipen ije</em> atau <em>due halamaung taheta</em>. Menurut kepercayaan suku Dayak sumpit atau <em>sipet</em> ini tidak boleh digunakan untuk membunuh sesama. Sumpit atau <em>sipet</em> hanya dapat dipergunakan untuk keperluan sehari &#8211; hari, seperti berburu. <em>Sipet</em> ini tidak diperkenankan atau pantang diinjak &#8211; injak apalagi dipotong dengan parang karena jika hal tersebut dilakukan artinya melanggar hukum adat, yang dapat mengakibatkan pelakunya akan dituntut dalam rapat adat.</p>
<p>Dikutip dari &#8220;<em>Maneser Panatau Tatu Hiang</em>&#8221;</p>
<p>Gambar diambil dari <a href="http://malaysiana.pnm.my">http://malaysiana.pnm.my</a></p>
<h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li>9 April 2009 -- <a href="http://sariyatno.com/2009/04/09/betang/" title="BETANG">BETANG</a> (24)</li><li>6 Maret 2009 -- <a href="http://sariyatno.com/2009/03/06/dayak/" title="Dayak?">Dayak?</a> (23)</li><li>25 Februari 2009 -- <a href="http://sariyatno.com/2009/02/25/mandau/" title="Mandau!">Mandau!</a> (45)</li><li>12 Februari 2009 -- <a href="http://sariyatno.com/2009/02/12/kalimantan-tengah-kita/" title="Kalimantan Tengah Kita">Kalimantan Tengah Kita</a> (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sariyatno.com/2009/03/15/sumpit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
